Analisis Karin Novilda (Awkarin) Terhadap Nilai-nilai Pancasila

PENDIDIKAN PANCASILA

 

ANALISIS KARIN NOVILDA (AWKARIN) TERHADAP NILAI-NILAI PANCASILA

 

 

 

Tema: Masalah Sosial

Anggota:

  1. Gagarin Yudhistira
  2. Dite Nursyamsi Mahmutami
  3. Winda Fitriani
  4. Ayesha Ivhony Pratiwi

 

Topik Bahasan:

  1. Sikap Karin Novilda (Awkarin) yang sesuai dengan Pancasila
  2. Sikap Karin Novilda (Awkarin) yang tidak sesuai dengan Pancasila


 


 

 

Sumber gambar:

http://www.bintang.com/lifestyle/read/2558217/8-hal-penting-tentang-awkarin-yang-wajib-kamu-tahu

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/09/160927_trensosial_awkarin_seksualitas

https://www.instagram.com/awkarin/?hl=en

http://www.hipwee.com/motivasi/ini-gaya-pacaran-ala-anya-dan-awkarin-yang-sejatinya-tidak-akan-memberimu-faedah/

 

 

 

ANALISIS DAN KESIMPULAN
Analisis Pertama :

Awkarin adalah seorang siswi yang berprestasi. Tahun 2013 Karin Novilda menjadi lulusan terbaik di SMPN 1 Tanjung Pinang dengan hasil UN 37,9 dengan rata-rata 9,5. Berkat foto-foto yang Ia upload di sosial media, Awkarin mulai dikenal oleh masyarakat dan mulai menjadi idola para remaja. Karin Novilda yang sudah mempunyai banyak follower pun, ia mulai di endorse oleh beberapa Online Shop khusus nya di Instagram. Tetapi karena ketenaran ia yang cepat ditangapi oleh masyarakat, ia pun mulai mengunggah foto yang vulgar yang mana tidak layak di perlihatkan dan bertentangan dengan norma keasusilaan, seperti:

  • Mengunggah foto dengan pakaian yang terbuka
  • Pacaran vulgar yang terekspose
  • Gaya yang kebarat-baratan
  • Menggunakan bahasa yang tidak patut di contoh dan kasar, serta
  • mencerminkan perilaku yang buruk.

Karena ia semakin terkenal, ia pun mulai membuat akun channel youtube-nya sendiri yang berisi tentang kegiatan pribadinya. Video yang ia unggah pun mulai dilihat oleh jutaan follower yang mayoritas dari mereka adalah para remaja. Tingkah perilaku ia pun mulai di tiru oleh para remaja masa kini. Karin Novilda pun sempat mengunggah satu video di akun sosial medianya, yang mana dalam video itu ia merubah lirik lagu Indonesia Raya dan mengakhiri dengan kata yang sangat vulgar, yaitu dengan kata alat kelamin pria. Karena video itupun, Karin mulai mendatangkan kebencian dari masyarakat dewasa, tetapi malah mulai lebih di sukai oleh para remaja. Masyarakat dewasa yang tidak menyukai tingkah laku Karin pun mulai berkomentar di internet, beberapa dari mereka berkomentar dengan kata yang menyakiti perasaannya. Karena komentar-komentar itu pun Karin sempat ingin melaporkan kepada pihak polisi, yang mana ia rasa komentar itu mencemarkan nama baik diri nya. Kemudian kasus itu pun mulai menjadi trending topic di internet.

 

Analisis Kedua :

Sesuai dengan analisis diatas, sikap Awkarin pun banyak yang tidak mencerminkan perilaku yang tercantum dalam sila-sila yang tertera di Pancasila. Sesuai dengan sila pertama yaitu “Ketuhanan yang Maha Esa” Ia tidak mencerminkan hal yang religius dan bertingkah selayak nya tidak mempunyai agama. Ia mengakui beragama Islam, tetapi berprilaku yang mana tidak di ajarkan dalam agama Islam, seperti berpakaian yang terbuka serta menkonsumsi apa yang di larang di agama, seperti minuman keras.

Kemudian sila kedua yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab” tampak jelas bahwa Awkarin tidak mencerminkan sila tersebut. Dalam hal ini Karin selalu menggunakan kata kasar, dan mengumbar kemesraan dengan kekasihnya yang tidak seharusnya dipertontonkan. Lalu dalam sila ketiga yaitu “Persatuan Indonesia” Karin tidak mencerminkan rasa kebangsaan dan rasa nasionalisme. Karin bersikap tidak bangga dengan tanah air Indonesia, yang mana dia menggubah lagu Indonesia Raya dengan kata yang tidak pantas. Dan yang terakhir, pada sila kelima yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” Karin yang bersifat boros serta mempunyai gaya hidup yang mewah itu bertentangan dengan maksud sila kelima tersebut.

Namun Karin memiliki sisi positif, yang mana ia pernah memiliki nilai UN terbaik  saat di SMPN 1 Tanjungpinang dengan hasil UN 37,9, dengan rata-rata nilai 9,5.
Kesimpulan:

Hal yang dapat kita pelajari dari Karin Novilda ialah tekadnya untuk bisa memperoleh nilai terbaik dalam usahanya. Tetapi  perlu diingat, kita sebaiknya tidak mengikuti sifat buruknya yang bertingkah tidak wajar  seperti, berperilaku yang boros , menghina lagu Indonesia Raya, cara ia berpakaian  dan kata-kata yang ia gunakan dalam keseharian  serta berperilaku yang vulgar. Kita harus bisa memilah mana perilaku yang patut di contoh dan tidak patut di contoh, apakah itu akan bisa merusak moral bangsa atau tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s